Pada Selasa, 6 Mei 2025, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Yogyakarta, mengadakan kolaborasi multi-kultur penting dengan mengunjungi Jogja Disability Arts (JDA). Kegiatan yang bertajuk Design Thinking Workshop ini melibatkan 35 mahasiswa dan dosen FSRD ISI Yogyakarta, serta berkolaborasi dengan 12 mahasiswa master of design dan dosen dari Hochschule Hannover, Jerman, dalam upaya kolektif untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh komunitas difabel di Yogyakarta. Diskusi dan sharing yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini bertujuan untuk mengidentifikasi isu-isu utama difabel, merancang solusi inovatif, dan memperkuat sinergi antar sektor demi menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Dosen FSRD, Nandang Setiawan, menjelaskan bahwa mereka menggunakan metode Design Thinking dengan tahapan empati, identifikasi masalah, ideasi, pembuatan prototipe, dan pengujian solusi, guna menghasilkan strategi yang tidak hanya inovatif tetapi juga aplikatif.
Sukri Budhidarma (Butong), Ketua JDA, terlibat sebagai narasumber untuk berbagi praktik dan perspektif berharga, yang kehadirannya, menurut Shabrina Tamimi (Ketua Program workshop), sangat penting untuk memastikan solusi yang dihasilkan adaptif dan sensitif terhadap keberagaman kebutuhan, serta mengingatkan pentingnya merancang strategi yang adil dan berdampak luas. Di akhir kunjungan, Shabrina menjelaskan bahwa tujuan utama (output) kegiatan ini bukanlah sekadar menghasilkan desain atau produk, melainkan agar mahasiswa memiliki logika berpikir inklusif yang mampu menghasilkan solusi positif yang relevan dengan problem difabel, baik dalam bentuk sistem, layanan (service), acara (event), atau produk. Butong mengapresiasi kolaborasi multi-kultur ini, menekankan bahwa isu difabel tidak harus dipikirkan sendirian oleh difabel, melainkan membutuhkan partisipasi dan kolaborasi banyak pihak yang memiliki keilmuan berbeda, dan ia melihat upaya ISI Yogyakarta ini sebagai langkah positif yang menunjukkan empati dan kesadaran untuk memikirkan desain inklusif sebagai upaya mendorong inklusivitas kampus secara menyeluruh.

