Jogja International Disability Art Biennale#1: Workshop Pendampingan bagi Penyandang Disabilitas Pengunjung Pameran

Author Image
Author Social Media :
poster workshop

JDA.Com, Yoyakarta.  pameran senirupa Jogja International Disability Arts Biennale#1 dengan tema Rima Rupa,  akan digelar di Galeri R.J. Katamsi. Gedung pameran yang berada di Kompleks Kampus Institut Seni Indonesia (ISI), Sewon, Bantul, Yogyakarta, pada Oktober 2021 mendatang. Diinisiasi oleh Jogja Disability Arts (JDA) dan difasilitasi Instuittut Seni Indonesi (ISI) Yogyakarta, berbagai upaya mendapatkan konsep strategis mulai digarap.

 

Biennale atau pameran dua tahunan ini akan memamerkan karya-karya perupa dengan disabilitas. Mereka tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga mancanegara. Di antara mereka adalah seniman yang berasal dari Inggris, Kolombia, Australia, Filipina, dan beberapa negara lainnya.

 

Persiapan jelang penyelenggaraan pameran sudah dimulai. Workshop pendampingan bagi disabilitas, salah satunya. Etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas menjadi perhatian serius JDA. Sehingga membekali pengetahuan dan pemahaman kepada para relawan, bagaimana mendampingi disabilitas pengunjung pameran, menjadi materi workshop. Kegiatan ini dihelat di salah satu ruang kantor Kelurahan Panggungharjo, Rabu (15/9/2021).

 

Paparan teori maupun praktek dibawakan oleh dua fasilitator. Sukri  Budi Dharma atau yang biasa disapa dengan Butong dan I Made Sudana dengan sapaan akrabnya Blimade. Workshop yang dihadiri sebelas peserta yang tak lain adalah para pendukung pameran atau volunteer, berlangsung kondusif. Para relawan peserta workshop datang dari beberapa intitusi. Yaitu Universitas Nahdatul Ulama (UNU), ISI Yogyakarta, Sanggar Pok Ame-ame, serta Perspektif Yogyakarta.

 

Secara singkat praktek bagaimana mendampingi disabilitas netra pun diperagakan. Dari bagaimana menawarkan bantuan, bagaimana bersikap saat hendak membantu, di mana posisi pendamping, bagaimana menutun, sampai membangun komunikasi, dipraktikkan. Demikian pula bagaimana mendorong kursi roda, bagaimana memperlakukan kursi roda saat berhenti atau jalan. Tak lupa juga disampakan cara mendampingi tuli, difabel intelektual serta difabel mental.

 

Selain mengagendakan workshop, JDA juga telah menyusun sebuah buku saku pendampingan disabilitas. Karenanya bagi relawan yang belum bisa hadir pada kegiatan hari itu, dapat mendapatkan pemahaman secara teori melalui buku saku tersebut.

Kamu bisa mengikuti kita di sosial media :
Logo
Loading.Website JDA Yogyakarta