Pameran Senirupa : Pameran Rima Rupa #1

Author Image
Author Social Media :
Poster pameran Rima Rupa #1

Irama atau istilah lainnya ritme adalah pergantian panjang pendek atau tinggi rendahnya ucapan bunyi waktu membaca puisi. Rima dan irama saling berkaitan, karena rima adalah salah satu unsur pembentuk irama. Fungsi dari rima dan irama itu adalah memberikan keindahan dalam puisi sehingga enak didengar dalam menciptakan efek  dalam musikalisasi puisi. Sementara, puisi tidak jauh dari syair, yaitu setiap bait atau liriknya dapat dilagukan dan dinyanyikan sebagai penghibur diri dan orang lain.

 

Rima Rupa adalah sebuah even pameran seni rupa secara daring/virtual. Pameran yang digagas bersama antara Galeri R.J. Katamsi, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta dan Jogja disability Arts merupakan salah satu upaya upaya mewujudkan partisipasi penuh dan kesamaan kesempatan disabilitas dalam bidang seni di tingkat nasional dan internasional. Pameran ini akan di tayangkan di Youtube channel Jogja Disability Arts, tanggal 15 Juli 2021.

 

Judul ini dipilih untuk menandai keberagaman dan kebebasan dalam berekspresi secara visual baik pilihan gaya dalam seni rupa, teknik, maupun ide para peserta yang mengikuti pameran ini. Seperti halnya sebuah rima, pameran yang berulang dalam keragaman dan kebebasan ini akan berusaha untuk menemukan irama dan keindahannya dalam bahasa rupa. Pameran ini secara khusus diperuntukan disbilitas pegiat atau pelaku seni diseluruh Indonesia dengan tujuan untuk memberikan ruang ekspresi, apreseasi, dan komunikasi melalui media seni rupa.

 

Pameran yang di ikuti disabilitas dari sepuluh kota yaitu : Agus Yusuf (Madiun), Anfield Wibowo (Jakarta), Anugrah Fadly Kreatoseniman (Yogyakarta), Arih Lystia (bandar Lampung), Clive Verrell Isatyawan (banten), Dinihari Suprapto (Jakarta), Dwi Putro aka Pak Wi (Yogyakarta), Eprisa Nova Rahmawati (Banharnegara), Karin Josephine (Jakarta), Kusdono Rastika (Cirebon), Lala Nurlala (Bandung),  Mochammad Yusuf Ahda Tisar (Lampung), Puji Lestari (Yogyakarta), Rofita Sari Rahayu (Yogyakarta), Wiji Astuti (Yogyakarta), Winda Karunadhita (Bali), Yuni Darlena (Bengkulu).

 

Pameran ini sangatlah positif bagi disabilitas pelaku seni karena dengan memberikan ruang dan kesempatan adalah salah satu bentuk aksesibilitas, agar disabilitas dapat mengaktualisasikan diri di dalam masyarakat, terutama juga di dalam atmosfer senirupa dan memberikan khsanah dunia seni rupa Indonesia

 

Harapannya Pameran ini dapat menjadi pondasi yang kuat sebagai pijakan yang kuat bagi disabilitas pelaku seni memasuki wilayah-wilayah seni yang lebih besar. Tetap terus berkarya, setara dan merdeka.

link video pameran :

https://www.youtube.com/watch?v=du2F7UJqukA&t=351s

 

Kamu bisa mengikuti kita di sosial media :
Logo
Loading.Website JDA Yogyakarta