Galeri R.J. Katamsi dan Jogja Disability Arts Gelar Jogja International Disability Arts Biennale #2

Author Image
Author Social Media :
poster pameran Jogja International Disability Arts Biennale #2

Pameran seni rupa internasional bertajuk Jogja International Disability Art Biennale (JIDAB) #2 Interchange telah sukses diselenggarakan. Acara ini merupakan pameran seni rupa yang secara khusus menampilkan karya karya terbaik dari para seniman penyandang disabilitas dari berbagai belahan dunia. Dalam perhelatan kedua ini, terdapat total 76 karya yang dipamerkan, meliputi seni rupa dua dimensi, video, dan instalasi. Meskipun judul pameran merujuk pada Biennale kedua, acara ini membawa pesan besar tentang inklusivitas dan kesetaraan dalam seni, melengkapi semangat yang pernah diusung dalam tajuk sebelumnya, 'Rima Rupa'. Selain pameran utama, rangkaian acara ini juga diperkaya dengan program publik, seperti Seminar Internasional, Focus Group Discussion, Workshop, dan pemberian penghargaan.

JIDAB #2 melibatkan partisipasi yang luar biasa dari 54 seniman disabilitas yang berasal dari 12 negara berbeda. Dari jumlah tersebut, tercatat 37 seniman dari berbagai wilayah di Indonesia dan 17 seniman dari luar negeri, termasuk Australia, Brazil, Inggris, Singapura, Nigeria, Selandia Baru, Korea Selatan, Mesir, Filipina, Kroasia, dan Uni Emirat Arab.

Gelaran ini diinisiasi oleh Yayasan Jogja Disability Arts bekerja sama dengan Galeri RJ Katamsi ISI Yogyakarta. Kolaborasi ini didukung oleh tim kurator yang kredibel secara internasional, yaitu Budi Irawanto (UGM, Indonesia), Vina Puspita (Inggris), Matthew Clay-Robinson (York University, Amerika Serikat), Sukri Budi Dharma (Jogja Disability Arts, Indonesia), dan Nano Warsono (ISI Yogyakarta, Indonesia).

Pameran seni internasional ini berlangsung selama sembilan hari penuh. Acara resmi dibuka pada Jumat, 13 Oktober 2023, dan berakhir pada Sabtu, 21 Oktober 2023. Konferensi pers pembukaan juga dilaksanakan pada tanggal 13 Oktober 2023, dihadiri oleh para kurator yang menjelaskan esensi di balik penyelenggaraan biennale.

Pemilihan tema 'Interchange' didasari oleh semangat kolaborasi baik yang diharapkan dapat menumbuhkan saling menghargai (respect) di tengah keberagaman bentuk, gaya, tema, dan estetika karya. Kurator Budi Irawanto menjelaskan bahwa tujuan utama JIDAB #2 adalah pembuktian bahwa teman teman difabel memiliki kemampuan berkreasi yang luar biasa di dunia artistik. Lebih dari itu, kurasi yang dilakukan secara detail bertujuan untuk memunculkan suara dari hati teman teman disabilitas yang ingin mereka sampaikan melalui karya seni. Proses kurasi dilakukan dengan sangat ketat dan detail oleh tim kurator internasional, dan memastikan semua karya yang dipilih adalah yang terbaik dari seluruh seniman disabilitas.


 

Kamu bisa mengikuti kita di sosial media :
Logo
Loading.Website JDA Yogyakarta