Pameran Tunggal Ilustrasi dan Sketsa Rindu Masa Lalu Oleh Win Dwi Laksono

Author Image
Author Social Media :
poster pameran Rindu Masa Lalu  Oleh Win Dwi Laksono

Pameran tunggal ilustrasi dan sketsa bertajuk "Rindu Masa Lalu" karya seniman Win Dwi Laksono yang dikurasi oleh Terra Bajraghosa akan dibuka oleh Ugo Untoro pada Minggu, 13 Juli 2025 pukul 15:30 WIB, kemudian dapat dinikmati publik setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB di Equalitera Artspace dari tanggal 13 hingga 26 Juli 2025.

Salah satu hal seru ketika membaca buku cerita silat adalah mengintip sejumlah ilustrasi yang diselipkan dan tersebar pada tiap bab. Cukup mengintip saja dulu, dan kemudian menjadikannya sebagai titik-titik tujuan ketika membaca narasi teks yang panjang. Barulah saat itu disimak berlama-lama, mengurai tiap goresannya, dan mencari kaitannya dalam cerita. Ilustrasi menjadi ganjaran bagi pembaca yang baik; tampilannya memberikan jeda visual yang indah, pencerahan yang menambat pengetahuan pembaca pada karakter tokoh adegan dan setting, dan pada saat yang bersamaan memberi keleluasaan untuk terus berimajinasi menghidupkan narasi. Pada seni ilustrasi inilah, seorang Win Dwi Laksono yang dikenal luas sebagai pematung dan juga pemusik, meluaskan lelaku seninya. Ilustrasinya menyerap kekuatan naratif dari penulis cerita silat yang mengajaknya bekerja sama, -di antaranya adalah Kho Ping Ho dan S.H. Mintardja dan mewujudkannya dalam bentuk visual yang atraktif, deskriptif, dan imajinatif. Medium komik meluaskan ilustrasi Pak Win, di mana cerita tidak lagi muncul dalam dikotomi antara teks dengan gambar, namun menyatu dalam rangkaian gambar-teks secara lebih intens dan kolaboratif. Ilustrasi bagi Pak Win adalah juga ‘sketsa’ acuan dalam proses penciptaan karya karya patung, relief, dan diorama. Gestur figur, pilihan momen, bahkan pilihan sudut pandang yang mempengaruhi dramatisasi suatu adegan, akan diproses menjadi bentuk-bentuk tiga dimensi. Sketsa ilustratif nyatanya mendukung perwujudan sifat “plausible impossible”; nampak mustahil namun nyata, pada patung-patung figuratif Pak Win yang penuh simbolisme tentang pribadi manusia dan kemanusiaan. Tajuk “Rindu Masa Lalu” dipilih bukan tanpa sebab. Sebagai topik; Ilustrasi yang digoreskan Pak Win menampilkan setting cerita, dan rekaman peristiwa di masa yang telah lalu, untuk dipresentasikan ke khalayak di masa kini (saat karya dihadirkan). Sebagai bentuk; sejumlah ilustrasi dan sketsa yang kemudian terwujud sebagai patung merupakan wujud masa lalu dalam linimasa proses berkarya hingga ke wujud paripurna. Pameran ini menampilkan 300an karya-karya Pak Win yang dipilah untuk mewakili (1) Ilustrasi sebagai pendamping cerita, (2) Ilustrasi-sketsa sebagai acuan karya patung, relief, dan diorama, dan (3) Sketsa bebas yang eksploratif sebagai bentuk olah gagasan dan curahan ekspresi. Karya karya tersebut dihasilkan oleh Pak Win dalam rentang antara tahun 1980-an hingga tahun 2024. Pameran ini juga diharapkan dapat diakses oleh semua khalayak, termasuk teman teman disabilitas. Aksesibilitas yang dihadirkan pada pameran ini melingkupi ruang pamer, beberapa karya terpilih yang didukung audio penjelasan karya, serta penambahan karya patung (sebagai perwujudan hasil sketsa) yang bisa diraba secara langsung. Pameran ini berlangsung dari tanggal 13-26 Juli 2025 di Equalitera Artspace Yogyakarta. Selamat Merindu untuk Masa Lalu…

Kamu bisa mengikuti kita di sosial media :
Logo
Loading.Website JDA Yogyakarta